Sejarah Minangkabau

minang1Zaman dahulu, ditenggara dan timur Minangkabau telah ada beberapa kerajaan yang sudah mempunyai hubungan dagang,diplomatik dan agama dengan masyarakat di luar Indonesia. Kerajaan pertama di pedalaman Minangkabau didirikan oleh Adityawarman. Pada saat kedatangan Adityawarman diperkirakan masyarakat hidup dalam nagari (negeri) yang struktur sosialnya disusun berdasarkan prinsip-prinsip matrilineal. Pembentukan kerajaan Minangkabau oleh Adityawarman merupakan peristiwa penting dalam sejarah Minangkabau, karena peristiwa itu menunjukan usaha pertama dalam pembentukan sebuah sisitem otoritas yang berada diatas tingkat nagari yang otonom.

Adityawarman adalah seorang raja Darmasraya dari kerajaan Melayu Jambi yang berdarah Jawa Melay. Ketika ekspedisi Pemalayu selesai (1275) tentara Singasari kembali ke Jawa dengan membawa 2 orang Putri dari Kerajaan Melay, yaitu Dara Perak dan Dara Jingga. Dara Perak menjadi istri Kertarajasa,raja Majapahit yang pertama(1292-1309) dan ibu dari Jayanegara, raja Majapahit Kedua (1309-1328). Dara Jingga dikawinkan degan seorang Ksatria dan menjadi ibu dari Adityawarman .Karena itulah Aityawarman dibesarkan dan dididik di Majapahit. Pada tahun 1347 Adityawarman kembali ke Darmasraya dan menjadi raja. Kepulangan didorong oleh usaha ekspansi kekuasaan kerajaan Majapahit yang menyebabkan di a ditunjuk menjadi raja Darmasraya yang berada dibawah pengaruh Majapahit. Dia memperluas kerajaan dengan menaklukan seluruh Sumatera Tengah dan menjadikan Pagaruyung sebagai ibukota kerajaan. Karenatidak ada sebuah kerajaan supra-nagari di Minangkabau, yang ada hanya nagari (Negeri) yang otonom, maka dengan mudah dia menguasai daerah pedalaman Minangkabau dan mendirikan kerajaan Minagkabau pertama. Di Pagaruyung, Saruaso, Bukit Gombak, dan Lima Kaum ditemukan beberapa batu basurek (bersurat) yang menuliskan kebesaran kekuasaannya sebgai raja Minangkabau didirikan melalui penaklukan (peperangan).

Sayangnya belum ada sumber informasi lain tentang birokrasi dan seni pemerintahannya. Adalah mungkin sekali kedua tokoh adat Minangkabau yaitu : Datuk Ketemanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang menjadi penjabat-penjabat yang membantu Adityawarman . Mungkin Datuk Perpatih Nan Sabatang menjadi Perdana Menteri dan Datuk Katemanggungan menjadi Panglima Perang.
Sumber : Nagari Dalam Perspektif Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s